29 Oktober 2013

Panggil aku Widha…

Tapi aku akan lebih senang jika di panggil ‘Wid’ saja.

Lahir di bumi ini 25 tahun yang lalu (terhitung saat tulisan ini dirilis). Sedangkan blog ini pertama kali dibuat saat usiaku masih 20 tahun.  Tepatnya tanggal 27 Oktober 2007. Ternyata sudah lima tahun yang lalu.Hanya saja aku tidak serius menulis. Tidak serius bercerita. Bahkan sempat lupa password selama dua tahun. Akhirnya aku membuat blog baru bertajuk ‘Catatan TsemoeT’. Karena Tuhan memberiku hidayah untuk kembali mengingat password blog ini, maka aku kembali rujuk.

Aku adalah anak pertama dari tiga bersaudara. Terlahir dari seorang ibu yang cerdas dan seorang ayah yang unik. Mengapa aku katakan demikian. Ya, pokoknya begitu.
Ibuku berpikir sangat cepat. Mengendalikan banyak hal dalam satu waktu. Pokoknya cerdas. Seorang wanita bekerja dan ibu rumah tangga yang super.

Ayahku, yang selalu memperbaharui catatan tinggi dan berat badannya pada buku harian kecil. Kadang-kadang puitis, kadang-kadang suka menggambar, kadang-kadang suka main gitar, dan sering bernyanyi. Yang mengajariku nama-nama gunung yang pernah ku lihat, menghafal nama-nama sungai, asal plat nomor kendaraan. Dan menjelaskan bahwa Jalan Solo adalah jalan yang romantis.
Ayahku yang sering mengajakku menyusuri jalanan yang belum pernah kami lewati. Mengajakku ke pasar burung. Dan banyak hal lainnya yang menurut kebanyakan orang itu hal kurang kerjaan. He…

Yang paling membahagiakan bagiku, ketika aku kecil, saat ibu membuat manisan, dan ayah meletakan tumbukan singkong ke dalam gilingan gethuk, masih pagi buta.
Atau saat kami menyanyi dan bermain gitar di halaman rumah, dengan ibu sebagai vokalisnya. Waktu itu mati lampu. Hanya ada  rembulan yang bulat. Tuhan, itu moment indah.

Aku memiliki dua orang adik. Satu orang adik perempuan, yang suka mencatat novel-novel yang ia baca, Entah sudah berapa novel. Juga sedang belajar menulis. Sebenarnya suka fotografi, emm…karena mungkin dia narsis. Dia khususkan satu folder untuk koleksi foto orang tidur. Adikku ini perempuan sekali.
Satu lagi adik laki-laki yang sangat suka pada Bus, hobby menghitung bus selama perjalanan dengan alat penghitung, mencatat nama-nama bus pada sticker harga, nongkrong di terminal bersama ayah dan ingin  memiliki banyak bus, lalu bergabung dalam barisan bus mania.

Aku dan adik-adikku dilahirkan di lembah Gunung Perahu. Udaranya dingin,brrrr…

Aku sendiri?

Aku biasa saja. Perempuan biasa. Wajar seperti perempuan lainnya.
Penampakanku sederhana saja. Tidak cantik, tapi juga tidak tampan. Ah biasa saja.
Dari penampakanku itu,  kebanyakan orang menilaiku sebagai manusia yang ‘formal’ dan kaku…. | kalo lentur itu karet , sob…

Sebagian lagi menilaiku kalem dan keibuan | duh, aku takut membuat mereka menyesal…
Dan benar, sebagian lagi menyesali penilaian mereka terhadapku soal itu.
Ada yang berpendapat bahwa aku terlihat dewasa. Wahai sodara…itu hanya kata halus dari ‘terlihat tua’ , terlihat lebih tua dari usiaku. Hahahaha aku sadar betul soal itu, hii…

Bebas, menilai adalah hak setiap orang. Whatever you like lah… Aku terbentuk seperti ini adanya.

Aku kurus. Ya, aku memiliki masalah dengan pola makan. Berat badanku belum pernah ideal. Aku berharap kondisi ini akan berubah seiring berjalannya waktu (ahaiiii…)

Yang penting sehat, ya to 😉

08012012(002)

Aku suka sepeda ontel. Ontel Oenta. Memang sejak dulu aku berkeinginan ngOntel to Work. Dan berhasil ku capai saat ini dengan jarak tempat tinggal yang tidak begitu jauh.
Aku sudah bekerja. Bekerja di sebuah Panti Sosial.

Aku berada di Jogja. Di kota impianku sejak aku duduk di bangku SMP. Tuhan memberiku Jogja pada waktu yang sangat tepat. Kuharap, Tuhan akan mengabulkan doaku, untuk memeluk Jogja hingga aku lanjut usia.

Aku suka tempat yang tinggi, aku suka Matahari terbit dan Senja. Aku suka kuning lembayung pada langit. Aku suka citylight. Aku suka Bulan Purnama. Aku suka musik dan segala pertunjukan etnik.  Aku suka Jogja. Aku suka @pidibaiq. Aku suka berteman.

Aku ingin menggambar malam, namun belum juga terwujud sampai sekarang.

Aku orang dengan toleransi yang tinggi. Terlalu tinggi, lebih dekat dengan apatis.
Penyakitku adalah menunda pekerjaan dan malas. Aku sulit membaca. Cara bacaku buruk. Kemampuan bacaku juga buruk. Maka dari itu aku tidak suka membaca. Mungkin kalau aku suka membaca, sekarang aku sudah pintar…hehehe

Tulisanku juga buruk, namun aku suka bercerita. Di sini aku hanya ingin bercerita.

Mengapa namanya -TsemoeT-

tsemoet

Ini lho TsemoeT. Aku sendiri tidak tahu apa artinya. Lambang itu ada sejak aku masih SMP. Aku ingin sebuah ID untuk ku pakai. Semut. Tapi tidak keren kalau tulisannya biasa, maka jadilah TsemoeT. TsemoeT dengan segala filosofinya (emang apa?).

Terimakasih sudah mampir blog ku.

Contact me
Twitter : @widhadessy
Facebook : dess.tsemoet
Soundcloud : @widhadessy
Youtube : tsemoet41

 

***

21 April 2015

Sudah satu tahun lebih enam bulan sejak aku menuliskan tentang diriku waktu itu. Tentunya sudah banyak hal yang berbeda.

Temans, aku masih bekerja di tempat yang sama. Berkecimpung dengan orang-orang yang kurang beruntung.

Aku sekarang,
Hehehe…

Aku masih biasa saja. Wajar. Penampakanku masih sederhana saja.
masih terlihat ‘formal’ dan kaku…. masih kalem dan keibuan (ceunah)

Aku sudah tidak kurus lagi… *Yeeeee
Memang masih bermasalah dengan ‘makan tepat waktu’, tapi soal porsi dan frekuensi sih sudah berbeda.
Bobotku sudah naik hampir 14 kg. Bayangkan…bayangkan.
Oups, bukan tanpa sebab. Bukan cuma soal porsi dan frekuensi makan. Ini soal hati.

Ya, aku sudah menikah hampir satu tahun yang lalu. Tepatnya 17 Agustus 2014. Pas peringatan hari Kemerdekaan Indonesia.
Suamiku….??
Dia yang pernah menjadi salah satu tokoh dalam tulisanku. Tulisan yang bahkan aku tulis berbulan-bulan sebelum bertemu dengannya. Memang aku dan dia berbeda *Ya iya lah, cowok sama cewek keleus… Hih, maksudnya beda aliran gitu. Tapi…karena dialah, maka aku jadi sempurna… *aseeek
Love u my Bee ❤ ❤ ❤

Tidak menunggu lama, Alhamdullah aku diijinkan menjalani masa-masa hamil. Saat ini usia kandunganku sudah lebih dari 34 minggu. Doakan ya temans…

Harusnya aku menulis pengalaman pernikahan hingga masa-masa kehamilanku ini. Tapi,… entah ya, kok sejak menikah, aku jadi jarang bahkan hampir tidak pernah menulis. Sekedar update status pun…apalagi untuk melakukan hal-hal ‘aneh’. Banyak yang berubah dari keseharianku…
Beberapa orang menyangka, aku hilang….
Memang, aku menghilang dari dunia maya. Bukan kesengajaan sih, tapi… *malah curhat. Entahlah..

Aku masih suka sepeda ontel. Ontel Oenta. Tapi, Ontelku sudah karatan. Ku tinggal di belakang asrama Panti. Sudah tidak memungkinkan berangkat dan pulang menggunakan sepeda. Jarak tempat tinggal dan tempat kerjaku sekitar 10 km- lah dibandingkan sebelumnya yang hanya 75 m-an. Hmmm….

“Bye my Onthi…suatu saat nanti aku kan memilikimu lagi”

Keadaan lain,
Aku sudah jarang bercengkerama dengan ‘kekasihku’ (baca: gitar) karena aku sudah punya kekasih baru *halah
Sedikit demi sedikit aku sudah bisa memasak. Enak. Buktinya, suamiku saja selalu menghabiskan masakanku… *semoga bukan karena terpaksa hahahah
Sekarang aku sudah terbiasa bilang ‘sayang’. Memanggil suamiku ‘sayaaanggg…’ gitu! Eits itu sebuah resolusi besar lho. Aku ini orang yang pelit dengan panggilan-panggilan semacam itu, tauuuk!

Apa lagi ya,
Aku sudah jarang nyonCloud,
Aku sudah jarang jalan-jalan geje,
Sudah jarang hunting,
Sudah jarang upload foto jembatan,
Jarang corat-coret. Lihat saja, dua kanvas ukuran 60 x 50 cm ku kosong berselimut debu. Kanvas ukuran 20 x 30 cm ku sudah jamuran. Masih untung akriliknya tidak kering.
Untuk nge-cat Bus milik adik ku saja belum kesampaian (selain alasan sedang hamil, sih)
Aku sudah jarang nangkring di pertunjukan-pertunjukan atau acara-acara kebudayaan,
Sudah tidak pernah datang ke Jagongan Wagen,’
Andai Pidi Baiq datang ke Jogja, belum tentu aku akan bertengger di baris paling depan.
Bahkan ngeblog-pun…

Bukan karena ada yang merubahku. Tidak. Ini semua terjadi karena aku sudah terlalu betah di rumah. Sekalipun jalan, harus dengan suamiku *ciyeee. Kalaupun jalan sendiri, pengennya cepet-cepet pulang. Sampai rumah…
Tidur. Intinya, lebih memilih tidur.

Yang masih sama adalah kebiasaanku ngutik handphone. Kalau dulu ngutik-nya karena mainan sosmed, sekarang aku lebih suka baca berita.

Ya begitu deh ya…

Di waktu senggangku, aku ingin memulai lagi. Berbagi sedikit cerita melalui tulisan-tulisan di sini.

Iklan