Cerpen yang sederhana. Entah dari mana adikku mendapatkan imajinasi seperti ini. Ini tugas sekolahnya. Cekitdot temans… 😉

kockyardiana

Mamad masih saja berdiri dan memandang kearah yang sama sejak satu setengah jam yang lalu. Walaupun gerimis belum mau berhenti,kendaraan yang melintaspun  tetap saja padat, semua itu sama sekali tidak menghalangi tekadnya. Apalagi asap kendaraan yang sangat mengganggu,itu sudah jadi hal yang wajar bagi Mamad. Namun dia tetap fokus menatap ke satu arah,satu titik. Tepat dimana perempuan berkerudung biru itu terduduk lesu didepan gedung berlantai sebelas. Tidak ada satu halpun yang dilakukan Mamad,selain menatap lurus dan sesekali mengusap air hujan yang membasahi wajahnya.

“Mau sampai kapan kamu hanya berdiri seperti orang bodoh disini,heh? Ayo kita ngamen lagi,kita cari uang lagi. Apa kamu nggak mikir nanti malam adik-adikmu mau makan apa?” Bentak Joko,teman Mamad.

Mamad hafal kalimat itu,sejak tadi juga itulah kalimat yang diomelkan teman seperjuangannya itu untuk membujuk Mamad. Namun Mamad hanya menanggapinya dengan gelengan kepala saja.

“Adudududuuuuuh… ampun,ampun! Kamu itu sudah budeg atau apa sih?? Daritadi aku ngomong gini…

Lihat pos aslinya 1.024 kata lagi

Iklan

About tsemoet

Sering kali saya merasa...saya adalah segalanya, namun sering pula saya merasa kalau saya bukan apapun. Simple...tapi kadang terlalu rumit. Orang bilang saya 'aneh'. Padahal TIDAK. Saya hanya berbeda dengan selera orang pada umumnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s