Ini live report, secara langsung ku tulis di tempatnya :’)

Selamat malam temans,…

Malam Sabtu yang hangat, sehangat suasana malam di Jogja, lebih spesifiknya di Jalan Godean yang sedang tidak terlalu padat.
Hangat sih, sampai bikin kringetan (Panas itu mah….)

Kamu tau? aku sedang nangkring di sebuah tempat makan. Sekitar 6 km dari Kantor Kecamatan Godean. Pastinya kamu ukur saja sendiri.
Aku belum pulang dari tadi pagi. Bukan karena aku lupa dimana alamat rumah kecil yang ku sewa, tapi memang belum ada niat pulang.

Tadi pagi, aku ada acara bersama teman-teman seperjuangan | kayak jaman perang aja ya -_-‘
Acaranya dimulai pukul 09.00 WIB, aku datang terlambat 30 menit. Tanpa panik sedikit pun, aku masih sempat mampir mengambil dan membayar tiket. Insya Allah, Minggu depan ane mau ke Jakardaaah sob. hehe…
Walau demikian, ternyata aku tidak ketinggalan topik. Karena ternyata acara baru berlangsung lima menit sebelum kedatanganku. Oh Indonesia sekali. Sudah tidak diragukan lagi bahwa aku orang Indonesia yang menghayati ke-Indonesiaanku. Ehem.

Ya, aku dan teman-teman yang ku katakan seperjuangan tadi tengah mengikuti sebuah pembinaan. Bukan pembinasaan lho ya…
Kami dibina supaya kami bisa menjadi lebih baik. Ya, kurang lebih itulah tujuannya mengapa kami dikumpulkan di sebuah ruangan. Diberi satu gelas teh dan sekotak snack berisi empat macam. Lumayan.

Kegiatan selesai pukul 11.55 WIB. Mepet waktu shalat Jumat. Pantas saja bapak-bapak sudah tampak gelisah. Raut wajah mereka tidak tenang.

Seharusnya aku bisa langsung pulang. Tapi tidak.
Dari awal, aku sudah merencanakan untuk tidak segera pulang. Hari Jumat itu waktunya jalan-jalan.
Selain karena aku akan mengantar sahabat yang sering dianggap mirip aku (Kata orang-orang kami kembar, padahal kami berbeda. Sudahlah). Aku mengantarnya ke stasiun Tugu.
Dan satu lagi hidden agenda, yaitu numpang mandi di rumah sahabatku itu. Hussh…jangan bilang-bilang ya, ini rahasia dan jangan tanya mengapa. Eitts jangan-jangan kamu pikir aku belum mandi dari pagi??! Heeh enak aja. Emm…bisa jadi sih…hush…Tapi bukan itu, Jogja panas cuy…

Nah, oleh sebab itu pula tadi aku sengaja tidak ikut rombongan dari tempat kerjaku. Aku pergi dengan si Uphi. Dia selalu sehati, tidak pernah mengeluh jika ku ajak blusukan.

Seusai acara, aku tidak langsung ke rumah sahabatku. Kebetulan aku bertemu dengan teman yang lain. Aku juga ada urusan dengannya. Disamping itu kami memang biasa sharing ketika ada kesempatan bertemu. Pertemuan kami terhitung langka. Seusai dia shalat Jumat, kami makan bersama. Bertiga dengan sahabatku, (yang dikira) kembaranku.

Kamu tahu tempat makan ‘Omahe Si Mbah’? ya, kami makan di sana. Di seberang Barat JEC, Pohon Bringin tikungan JEC ke Barat. Lumayan bersih dengan menu yang cukup beragam. Soal rasa, itu tergantung selera. Karena kebetulan aku sedang lapar, jadi Nasi Goreng Seafood yang ku pesan pun ludes. Porsinya sangat layak, penyajiannya cukup cantik. Silakan boleh dicoba (malah promosi).

Banyak topik yang kami bicarakan, soal pekerjaan, website sampai cerita pendek. Aku bersyukur memiliki teman-teman seperti mereka. Betapa tidak, setiap kali berkumpul aku seperti mendapat energi baru yang sangat positif. Yeaah…!
Satu jam, kami pun berpisah. Aku nebeng kembaranku, dan temanku satu lagi langsung berlalu meninggalkan kami.

Sampai pukul 15.35 WIB aku duduk di sebuah ruangan, melihat sahabatku melakukan sesuatu menggunakan mesin ketik manual. Pletok …tok…tak…tok… Begitu suaranya.

Cusss….kami menuju ke rumahnya di Jalan Wonosari. Huft…panasnya. Entah berapa kali kami mengeluh kepanasan. Kipas angin dinyalakan. Sebungkus es krim segar sudah kami telan. Lalu segera saja ku utarakan niatku untuk numpang mandi. Dia sudah hafal kebiasaanku itu. Jadi sudah pasti dia menyediakan handuk dan perlengkapan lainnya, khususon untukku. Hiii….Segar.

Selepas shalat Maghrib, kami berangkat ke Stasiun Tugu. Aku hanya mengantar sekaligus pulang ke Jalan Godean. Dua puluh menitan, kami sampai di stasiun.
“Hati-hati ya mbak?!”  ucapku padanya.

Haaah, tinggal aku dan Uphi sekarang. Suka-suka aku mau kemana. Hei sodara…aku masih mengenakan pakaian batik dan sepatu. Sangat tidak nyaman. Aku lupa membawa kaos dan sandal jepit.
“Oke Uphi, sepertinya malam ini kita pulang cepat” kataku pada si Uphi yang hanya diam.

Dari Stasiun Tugu aku mengambil arah ke Jalan Malioboro melewati samping Utara Hotel Ina Garuda, mengambil arah lurus ke Jalan Pasar Kembang. Aku akan menengok ke kiri memastikan keberadaan Mini Market yang diceritakan bapak-bapak di tambal ban sepekan yang lalu. Oh iya, ada. Namanya “Sun Mini Market”. Lihat saja sendiri kalau tidak percaya 😉

Temans…jalan raya tidak terlalu ramai. Mungkin karena ini belum sepenuhnya akhir pekan.
Ku lintasi Jalan Godean yang menyempit.
Aku belum makan malam, dan aku selalu tergoda untuk mampir ke sebuah tempat makan yang menyediakan steak. Bukan menunya sih. Tapi kenyamanan dan keamananya. Hmm. Satu lagi, aku tidak akan berkomentar mengenai rasa 😉

picture019

Aku sekarang di tempat ini. Meja nomor 02. Memesan seporsi Sirloin with topping, Sup Mushroom, dan secangkir Cokelat hangat. Mengakses wifi lalu menulis ceritaku hari ini diiringi lagu-lagu galau.

Angin dingin semilir…dari kipas angin hijau di sudut kanan atas ku.
Hari ini, tinggalah cangkir putih dengan sedikit sisa cokelat yang sudah dingin, …… dan aku.

picture020

Yogyakarta, 18 Oktober 2013

Iklan

About tsemoet

Sering kali saya merasa...saya adalah segalanya, namun sering pula saya merasa kalau saya bukan apapun. Simple...tapi kadang terlalu rumit. Orang bilang saya 'aneh'. Padahal TIDAK. Saya hanya berbeda dengan selera orang pada umumnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s