Aku dan engkau, yang terjebak dalam ragu
Sayang,
Memiliki engkau menjadi hal yang sulit
Tidak berbeda dengan engkau memiliki aku
Jalan yang panjang membentang diantara aku dan engkau
Aku ragu oleh terik Matahari yang panas
Engkau ragu oleh hujan yang basah dan dingin

Kita terjebak ragu,

Jika kita mau berpikir, aku dan engkau hanya butuh keberanian untuk menghadapinya.
Iya kan?
Tapi aku masih takut kehilangan
Engkau, takut… entah takut apa?!
Kenyataan? Kenyataan bahwa kita terlampau dekat?

Atau sebaiknya kita hidup pada angan-angan saja.
Pada imajinasi kita yang indah. Yang selalu indah.

Aku dan engkau terjebak ragu,
Aku melihat itu, pada garis matamu yang tajam.
Pada bola matamu yang menusuk karena senyum mu menjadi lenyap.

Kekasih,
Waktu tidak akan menunggu kita untuk terlalu lama bersembunyi
Semakin membuat kita tak menemukan jalan keluar
Dan satu-satunya jalan itu adalah menemukan keberanian

Keberanian untuk kehilangan,
Keberanian untuk menjalani kenyataan,
Keberanian untuk keluar dari belenggu keraguan.

JIka kelak engkau menemukannya
Katakan padaku
Dan jika itu aku, maka keberanianku akan membawaku bersamamu.

 

Yogyakarta, 17 Oktober 2013
Saat langit mulai gelap.

Iklan

About tsemoet

Sering kali saya merasa...saya adalah segalanya, namun sering pula saya merasa kalau saya bukan apapun. Simple...tapi kadang terlalu rumit. Orang bilang saya 'aneh'. Padahal TIDAK. Saya hanya berbeda dengan selera orang pada umumnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s