Menyisir Helaian Cerita di Kotagede

Sejak Darwis Khudori mengenalkan padaku,
Aku menjadi tak sabar menyisir setiap helai keunikannya,
Kotagede yang menyudut pada himpitan jaman,
Mempesona,
Membawaku berburu seklumit cerita.
Oh rupanya …masih terlipat pada riuh keramaian pasar dikala senja.
Kotagede, saat aku menemukan keakraban bersama pedagang jamu dan kedelai rebus.
Ini seteguk Beras kencur, dari segaris senyum tahun 70-an
Kotagede, saat aku mencari-cari Monil – Monil yang lain
Ini jalan Mentaok, di balik dinding itu Retno melarikan diri dari gundah hatinya

Kotagede, wajah sebuah kehidupan

Kotagede, 9 September 2013

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s