Sudah ku katakan bukan, kalau adikku itu suka sekali pada bis. Bis atau bus…apalah itu.

Benar saja, ia banyak bercerita seusai pulang berwisata dari Bali. Tidak lain tentang bus-bus yang ia hitung sepanjang perjalanan. Dia mulai menyebutkan nama-nama bus yang baru, yang belum pernah ia catat.
Aku memeriksa alat hitungnya. Ternyata sepanjang perjalanan (pulang-pergi) ia sudah menghitung 2754 bis.

IMG_0401

“Itu yang di parkiran objek wisata nggak tak hitung, lho!” begitu keterangan dari adikku.
Aku hanya membalas dengan meng-unyel-unyel kepalanya. Rambutnya jadi berantakan sambil ku katakan, “Apa kepalamu itu isinya bus semua?
Enteng saja dia jawab, “IYA” hadeeuuuh -_-‘

Dua minggu lalu, kami berkumpul. Aku, ayah dan kedua adikku. Biasa, kami akan membuat perjalanan seru. Sebenarnya kami berencana pergi ke pantai, akan tetapi karena suatu hal, kami menundanya. Pukul 09.00 pagi jelang mengantri mandi. Di ruang tamu kontrakanku, kami berkumpul. Adikku yang suka bus mulai asyik dengan sebuah spidol whiteboard. Menggambar di papan yang sengaja ku tempelkan di ruang tamu. Dia yang memulai, menggambar bus.

Tidak lama kemudian, ayahku yang sedikit sedang kurang kerjaan menyusul dengan spidol yang lain, menggambar bus yang lebih besar. Betapa tidak, sudah pasti adikku terkagum-kagum melongo memandanginya. Seperti sedang menyaksikan lukisan Da Vinci saja. Puft…

IMG_0934

Satu gambar bus lagi menyusul di atasnya. Bus yang lebih mirip kotak kardus. Hahaha… sudah pasti itu gambar adikku yang perempuan (ngece)
Aku jadi ingin bergabung. Wah, akhirnya kami berlomba menggambar bus. 😀

WP_20130706_017

Sudah selesai mandi, kami bersiap. Rencana ke pantai pun terpaksa kami tunda. Justru berlawanan dengan rencana semula, kami naik ke lereng gunung. Gunung Merapi yang termasyhur.
Dan inilah yang dilakukan adikku disepanjang perjalanan kami, “Memotret Bus”. Potret yang dihasilkan dari jepretan adikku yang suka bus (sedikit ku corp, hehehe)

IMG_1069

IMG_0958

IMG_0957

IMG_0956

IMG_0954

IMG_0951

Yogyakarta, 24 Juli 2013
Disela kejenuhan

Iklan

About tsemoet

Sering kali saya merasa...saya adalah segalanya, namun sering pula saya merasa kalau saya bukan apapun. Simple...tapi kadang terlalu rumit. Orang bilang saya 'aneh'. Padahal TIDAK. Saya hanya berbeda dengan selera orang pada umumnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s