RAMADHANKU

Bulan di langit sudah hampir bulat. Sudah hampir setengah Ramadhan ku habiskan di sini. Di kontrakanku yang sebenarnya ideal untuk ditempati satu sampai dua orang penghuni.

Oh ya, aku belum mengucapkan selamat (^o^)
“Selamat menunaikan ibadah puasa bagi sobat yang menjalankannya. Semoga Ibadah puasa tahun ini membawa kita lebih baik dari tahun sebelumnya. Amien”

Ramadhanku kali ini terasa berbeda. Aku berangkat dari sebuah ‘ketenangan’. Ah apa maksudnya? Pokoknya begitu. Ku awali Ramadhanku dengan ritual ‘netralisasi’. Tidak akan aku bahas. Yang jelas aku merasa ada yang berbeda. Aku lebih bersemangat menjalaninya, ayeee! \(^o^)/

Semangat Ramadhan ini membuatku rajin memasak makanan buka dan sahurku sendiri. Jangan tanyakan soal rasa, karena ada yang lebih penting yaitu semangat belajar memasak-nya itu lho :p

Kedua, aku tidak menggunakan waktu luangku untuk bermalas-malasan seperti tidur atau hal-hal tidak produktif lainnya (paling tidak sampai saat ini), bahkan sangat jarang aku melihat televisi. Ya, melakukan kegiatan yang lebih produktif yaitu menulis (belum selesai sih), jalan-jalan (emmm…hunting something interesting, kan produktif juga yak?), bermain cat kayu (nanti aku share deh…) dan bersih-bersih, hehehe… sekarang kontrakanku  hampir tak pernah berantakan (sombong dikit), sekarang aku juga rajin mencuci piring kok (^o^)

Ketiga, aku mulai suka menyimak pengajian. Yang paling rutin adalah Maiyahan bersama Cak Nun dan Kiai Kanjeng di AdiTV. Menarik. Kalau tidak nyaut signyalnya bisa live streaming kok di website AdiTV. Aku mulai menyelami cara berpikir Cak Nun. Mempelajari metode analisanya dan tentunya mencoba memaknai hikmah yang dia sampaikan.

Keempat, Shalat Terawih di Mushala. Walaupun dua hari pertama aku absen tidak Terawih, tapi alhamdulillah sampai sekarang belum pernah absen karena malas atau ada acara lain. Meskipun demikan, sering sekali aku terkantuk pada sela-sela kultum.

Kelima, manajemen emosi yang lebih stabil. Singkatnya aku bisa belajar lebih tenang menghadapi sesuatu. Dan tentunya masih bisa menebar senyum. Biar terkadang kesedihan hinggap, wajar jika aku sedikit menitihkan embun dari sudut mata, lalu selesai.  Insya Allah bisa 😀

Baru itu saja peningkatan Ramadhanku dibanding tahun lalu. Yah…sedikit demi sedikit semoga Allah  SWT memberi kebaikan yang lebih baik dari sebelumnya. Amien.

PEMUDA BERAMBUT GIMBAL DI MUSHALA BAITUSSALAM

Hei…ada yang menarik di Mushala Baitussalam. Mushala Baitussalam adalah Mushala terdekat dari tempat tinggalku, jaraknya sekitar 30 meter saja.  Tempat biasa aku menunaikan Shalat Terawih berjamaah dengan warga sekitar. Sekitar kampung tempat tinggalku.
Kau tau, apa itu yang menarik?
Itu, Pemuda Berambut Gimbal.
Badannya berisi. Pipinya cabi. Kira-kira tingginya 175 cm. Rambut yang panjangnya di bawah bahu itu  gimbal. Potongannya persis ‘gaya Bob Marley’. Kadang dia mengikat rambutnya, kadang sambil memakai bandana, beberapa kali pula diurai.
Dia tak pernah terlambat datang ke Mushala. Bahkan selama aku ikut shalat, pemuda itu selalu ada. Tidak pernah tidak datang.

Aku tertarik memperhatikannya. Ku akui, karena biasanya aku underestimate dengan orang-orang berpenampilan semacam itu. Seperti halnya pada pemuda berambut gimbal di Mushala Baitussalam.
Aku jadi merasa bersalah. Tidak sepatutnya menghakimi seseorang hanya karena penampilannya.
Memang, isi buku tak dapat dilihat dari sampulnya. Menilai seseorang tak boleh dari apa yang terlihat saja. Walaupun berpenampilan yang baik itu tentu juga akan membawa kebaikan. Intinya akan lebih afdhol jika  selaras. Berhati, berucap, berperilaku dan berpenampilan yang baik.

Yogyakarta, 20 Juli 2013

Seusai menabuh gamelan

Iklan

About tsemoet

Sering kali saya merasa...saya adalah segalanya, namun sering pula saya merasa kalau saya bukan apapun. Simple...tapi kadang terlalu rumit. Orang bilang saya 'aneh'. Padahal TIDAK. Saya hanya berbeda dengan selera orang pada umumnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s