Menarik. Lama-lama aku mulai mengamati polah adikku yang empat hari lalu tepat berusia 10 tahun. Adikku suka bus. Kesukaannya pada alat transportasi umum itu terlihat berbeda dengan kesukaan lainnya. Dia suka bermain Pe eS, suka hotwheel, suka ATV. Tapi menurutku, keuskaannya pada Bus lah yang paling unik.

Di kepalanya tidak ada hal lain sepertinya. Bus. Cita-citannya ingin menjadi sopir bus. Tapi kemudian, dia berpikir ulang. Kalau menjadi sopir bus, belum tentu punya bus. Padahal dia ingin memiliki banyak bus. Maka dia mengubah cita-citanya, menjadi pengusaha bus.

Adikku menghafal markas-markas bus. Tidak hanya menghafal, bahkan mulai mendatangi satu per satu. Markas bus Safari Dharmaraya di Temanggung, AO dan Prayogo di Jogja.

Kesukaanya terhadap bus tampak ketika ia sering mengantarku ke terminal sewaktu aku masih kuliah dulu. Itu sekitar enam tahun yang lalu, yaitu saat usianya empat tahun. Hai….dia masih TK.
Hampir empat tahun lamanya, dia tidak pernah absen ikut mengantar atau menjemputku ke terminal dan melihat bus langgananku, Budiman. Bus antar provinsi asal Tasikmalaya.

Lalu dia mulai meminta dibelikan mainan. Replika bus dari kayu yang lazim ditemui di pinggir jalan raya Semarang – Yogyakarta. Dari ukuran kecil sampai ukuran besar. Tidak hanya bus, juga truk. Alamak…harga ratusan ribu rupiah, dibelikan pula oleh ayahku.

TsemoeT3294
Setelah itu aku tak lagi memperhatikannya. Maklum, kami bertemu hanya dua kali setahun.
Baru setelah kepindahanku ke Jogja, aku dan adikku semakin sering bertemu.
Aku mulai heran, karena dia yang mulanya malas bicara, mulai suka ngobrol. Bertanya banyak hal pada ku. Tentang bus. Sekedar menanyakan, bus apa yang aku suka sampai memintaku mengajaknya jalan-jalan dengan bus. Tidak mau kereta, bahkan enggan naik pesawat (aku juga belum pernah sih 😀)
Sejak saat itu aku merasa perlu ikut campur urusannya soal bus.
Kami sering bercakap di telepon, untuk membahas tentang bus, dia yang dulunya tidak suka ditelepon, menjadi suka ditelepon. Satu jam pun kurang.

Saat kami bepergian, dia selalu meminta tolong salah satu dari kami untuk mengingat sudah berapa bus yang dihitungnya. Huft….
Karena terlalu repot mengingat, maka ku beri dia alat penghitung. Dia senang sekali. Selain menghitung bus, dia juga menghafal nama-namanya satu persatu. Sampai hafal.  Nanti dia akan menuliskan nama bus tersebut pada sticker harga yang dia beli di sekolah lalu menyimpannya di kotak pensil. Entah apa maksudnya.

 WP_20130526_159

Ditambah dia mulai suka nangkring di terminal. Minta berhenti sejenak di terminal. Tidak ada yang dia lakukan selain melihat bus keluar masuk terminal. Adikku sangat menikmatinya. Tidak hanya sejenak dua jenak, dia akan bertahan berjam-jam di sana jika dituruti. Dengan siapa? Siapa lagi kalau tidak dengan ayahku.

Jika bertemu dengannya. Handphone ku yang bisa memutar video Youtube lekas direbutnya. Entah dari mana dia tau cara memutar Youtube dari handphone. Diketiknya : gta bus indonesia mod. Sampai akhirnya lowbat lalu mati.
Aku sendiri tidak tahu, apa itu gta bus indonesia mod. Setelah ku telusuri, itu adalah salah satu permainan PS yang sangat digemarinya. Suatu ketika aku dibuat kerepotan mencarikan CD PS GTA Bus itu. Semoga game-nya memang mendidik. Setahuku hanya bermain peran sebagai supir bus sih. Tapi belum juga mendapatkannya, ada yang mau share?

Beberapa kali dia katakan, kelak akan bergabung dalam  “BIS MANIA”. Dari mana dia mengenal Bis Mania? Aku sendiri baru mengerti lewat laman : http://www.bismania.com 😀

WP_20130620_004

Sindrome Tasmania?? bukannya “syndrome tasmania”, down syndrome tasmania? Ah…sudahlah. Namanya juga anak 10 tahun, biarlah dia berkreasi 😀

Oh adikku….
Saat ini dia sedang pergi ke Bali. Selain memang dia suka traveling. Oh bukan, karena dia suka naik bus, suka melihat banyak bus di jalan maka kemudian dia jadi suka traveling.
Sepulang dari Bali, akan ku tanya berapa bus yang sudah dia hitung sepanjang Temanggung – Bali, Bali – Temanggung. Aku tahu, dia akan membawa alat penghitungnya.

Yogyakarta, 24 Juni 2013

Iklan

About tsemoet

Sering kali saya merasa...saya adalah segalanya, namun sering pula saya merasa kalau saya bukan apapun. Simple...tapi kadang terlalu rumit. Orang bilang saya 'aneh'. Padahal TIDAK. Saya hanya berbeda dengan selera orang pada umumnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s