Ada apa dengan Vertigo? Itu kan nama salah satu wahana di Trans Studio Bandung…
Yaps, karena saya telah merasakan betapa tersiksanya terserang vertigo, maka saya tidak tertarik mencoba wahana tersebut.

Betul, sudah beberapa hari ini saya beristirahat di rumah karena terserang vertigo. Bahkan sempat mencicipi sebentar ruang UGD di sebuah Rumah Sakit di Yogyakarta.
Setelah saya pikir-pikir, ternyata ini bukan kali pertama saya dihantam sakit kepala yang ‘amit-amit’ sangat menyiksa ini. Kurang lebih pada tahun 2002, saya pertama kali berkenalan dengan sakit ini. Sakit kepala yang paling menakutkan sepanjang hidup saya.
Gejalanya tidak seperti sakit kepala biasanya. Serangannya begitu tiba-tiba. Apapun di sekeliling kita terasa berputar-putar. Tidak sekedar berputar, tapi juga terjungkirbalik. Tubuh terasa ditarik kencang dalam pusaran air atau tornado ‘wusss’. Langsung hilang kendali.

Saya hanya ingin sedikit berbagi, barang kali berguna untuk yang sedang merasakan penderitaan vertigo.

Vertigo hari pertama, saya di bawa ke IGD sebuah Rumah Sakit Swasta ternama di Yogyakarta. Karena terus mual dan muntah karena sensasi berputar yang saya rasakan, maka dokter segera memberi injeksi. Entah obat apa yang disuntikan ke tubuh saya, perlahan rasa mual itu berkurang. Beberapa jenis obat diberikan. Jika tidak kunjung sembuh, maka dokter menyarankan saya untuk kembali kontrol ke dokter syaraf.

Sebelum saya bertanya, dokter sudah terlebih dahulu menjelaskan bahwa vertigo belum diketahui pasti apa penyebabnya. Yang jelas ada gangguan pada alat keseimbangan tubuh manusia yang jauh berada di dalam telinga (baca artikel lain tentang vertigo).

Benar saja setelah lima hari mengonsumsi obat, sensasi berputar itu masih saya rasakan. Saya bergegas kontrol ke dokter syaraf terkenal yang sudah senior, di Rumah Sakit yang sama. Setelah menunggu antrian cukup lama, akhirnya saya masuk juga untuk di periksa.

Tekanan darah saya normal, padahal biasanya selalu rendah 110 per 70 mm Hg. Saya diminta duduk dan menyampaikan keluhan saya. Setelah dokter mempersilakan, segeralah saya mengomel atas segala keluhan yang saya rasakan. Dokter dengan tenang menge-cek  rekam medis saya. Tiba-tiba dokter menyuruh saya berdiri tegak, dengan kaki rapat, tumit kaki kanan dan kiri saling menempel, begitu pula dengan ibu jari kaki saling menempel. Saya diminta memejamkan mata. Tidak ada yang aneh, hanya saja kata teman yang mengantar saya, dalam posisi tersebut badan saya cenderung bergerak ke kanan dan ke kiri. Lalu dokter meminta saya mengangkat kedua tangan saya ke depan, persis seperti gaya vampire versi china kuno (bukan twilight, plisss). Kembali sang dokter meninta saya untuk menutup mata. Sekali lagi, tidak ada hal yang aneh. Tapi, kata teman saya, saat meniru posisi vampire tersebut, saya cenderung bergoyang kedepan seperti mau ambruk. Dan selesailah proses pemeriksaan. Kemudian dokter memberi resep, dan berkata “kalau obat habis masih nggliyeer, kontrol lagi ya”.

Saya mengantri ke loket resep. Setelah menerima obat, dokter memberi saya  dua jenis obat, yaitu Merislon 6 mg dan Strocain P 400 mg. Dari obat yang diberikan dokter tersebut, disinyalir bahwa vertigo yang saya alami adalah manifestasi dari kondisi lambung saya yang tidak sehat, selain kondisi kelelahan dan aliran darah yang kurang lancar.

Lima hari mengonsumsi obat tersebut, kondisi saya membaik. Hanya terkadang seperti kehilangan kesadaran barang seperempat detik (apa sugesti kali ya…hehe). Saya mulai mengamati kondisi tubuh saya setelah selesai konsumsi obat. Hari pertama obat habis, saya merasakan ada sensasi berputar menjelang bangun tidur saat kepala saya menghadap ke kanan. Hari ke dua, saat saya duduk, daya merasakan tubuh saya bergerak seperti ‘per’, dan ketika saya berdiri dan melalukan gerakan ‘vampire’, goyangan tubuh saya semakin hebat. Saya beristirahat sejenak dan tubuh saya berangsur-angsur normal. Hari ke tiga tidak konsumsi obat, awalnya normal, namun ketika hendak berniat berolah raga dan menolehkan kepala saya ke atar, mendadak langit berputar dan bumi seakan berbalik. Tuhan, dasyat seperti gempa bumi. Saya langsung mengambil posisi jongkok. Dan hari ke empat, ketika saya bangun tidur dan berjalan ke kamar mandi, sensasi gerakan mulai terasa walau tidak kencang, akan tetapi kembali dari kamar mandi, saya merasa sedang berjalan pada bidang miring. Yang jelas tubuh saya yang miring ke kanan. Badan saya berat sebelah. Dengan berpegangan ke tembok, saya segera ke kamar dan menjatuhkan tubuh saya di kasur. Saya putuskan segera ke dokter.

Malam harinya, saya mengunjungi dokter syaraf senior itu untuk kedua kalinya, dan langsung berceloteh tentang segala keluhan yang saya alami pasca konsumsi obat. Tak ada yang dilakukan dokter tersebut selain menatap wajah saya, sesekali mengetik di komputer yang ada di depan beliau. Tidak ada keluhan yang terlewatkan, bahkan riwayat jatuh (kecelakaan) 7 tahun yang lalu pun, sudah saya sampaikan. Selesai saya berceloteh, tidak ada tindakan apapun yang dilakukan sang dokter, kecuali memberikan saya secarik kertas untuk mengambil resep. “Apa pantangan makanannya dok?”, dengan santainya dokter berkata “o, tidak ada. Ya jangan gerak-gerak ekstrim dulu”. Sang dokter mengakhiri kalimat itu dengan senyum yang mengembang. “Baiklah” kataku dalam hati.

Betapa kagetnya, setelah resep ku ambil, ada empat macam obat yang harus ku makan dalam waktu 10 hari. Tuhan, semoga ini mujarab dan menyembuhkan saya. Kali ini saya harus merogoh kocek cukup lumayan. Saya kapok kena vertigo….kapooookkk !!!

  1. Strocain P 400 mg, untuk lambung yang dimakan 1 jam sebelum makan.
  2. Enerbol 100 mg tab, tablet salut gula…rasanya manis, dimakan sewaktu makan
  3. Stugeron 25 mg tab, tablet to control travel sickness and the symptoms of inner ear disorders
  4. Ergotika 4,5 mg tab, entah untuk apa

Sepulang dari kotrol, saya mengonsumsi obat tersebut. Tidak ada sesuatu yang terjadi.

Menjelang bangun tidur, kepala saya terasa sangat berat, pening seperti mabuk kendaraan, perut saya mual. Tidak ada sensasi berputar  lagi, tapi peningnya luar biasa, saya muntah dan kembali tidak masuk kerja.

Teman saya yang mengerti tentang kesehatan dan dunia medis menyarankan saya untuk menunggu sebentar. Bisa jadi hal yang saya alami tersebut adalah reaksi pergantian obat atau ada salah satu jenis obat yang tidak cocok. Satu hari kemudian, hal itu tidak terjadi lagi, dan berangsur-angsur kondisi saya membaik. Saya tidak merasakan sensasi berputar lagi. Mungkin rasa kehilangan kesadaran seperempat detik terkadang masih terjadi, entah benar atau sugesti. Wallahualam, dan akhirnya saya dapat menulis tulisan ini.

Hikmahnya, saya mulai menyadari betapa pentingnya kesehatan. Tubuh tak boleh terlalu diforsir secara fisik maupun psikis. Istirahat cukup dan makan teratur adalah hal terpenting. Satu hal yang saya pelajari, bahwa keseimbangan adalah kunci dari segala hal di dunia ini, mulai alam semesta hingga kehidupan individu manusia. Untuk berdiri tegak pun butuh keseimbangan yang dilahirkan dari keseimbangan-keseimbangan lain, termasuk keseimbangan pola hidup.

Gerakan shalat adalah salah satu terapi untuk melatih keseimbangan secara fisik maupun psikis. Melakukan dan menikmati gerakan shalat dengan benar sangat membantu proses penyembuhan vertigo.

Trims, tsemoet.

 

Iklan

About tsemoet

Sering kali saya merasa...saya adalah segalanya, namun sering pula saya merasa kalau saya bukan apapun. Simple...tapi kadang terlalu rumit. Orang bilang saya 'aneh'. Padahal TIDAK. Saya hanya berbeda dengan selera orang pada umumnya.

2 responses »

  1. Thomas berkata:

    Salam Pak, saya jg baru kena vertigo, mohon info dokter yang bapak kunjungi, saya di yogya juga. Nuwun…

    • tsemoet berkata:

      salam kenal pak Thomas, daya dessy. Perempuan :D. Saya berobat di RS. Panti Rapih Sp. Syaraf dengan dr. Joko. Sebagai catatan saja pak, yang penting jangan terlalu memforsir tubuh, makan dan olahraga teratur. Insya Allah tidak kambuh. Terimakasih sudah mampir.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s