Yogyakarta, 2 Agustus 2012

Siapa bilang Pegawai ****** [sensor] >_< itu kerjaannya cuma datang, duduk dan baca koran??!!!

Salah besar !!! Hal itu tidak berlaku di kantor tempat ku bekerja. Atau, seandainya itu terjadi, tidak bisa digeneralisasikan. Sangat personal. Sepertihalnya hari ini.

Tadi pagi aku nyaris terlambat, kurang tiga menit saja. Aku menekankan jempolku pada mesin absen. Pukul 07.27 WIB, cek in. Belum sampai lima menit aku duduk di bangku ku yang ‘jadul’, aku sudah harus melapor rancangan kegiatan dan persiapan laporan pertanggungjawaban untuk bulan Agustus ini. Ala makkk….bulan ini lebaran. Pantas saja ‘ibu’ ruang sebelah terus mengejar-ngejar pencapaian kerja bulan ini. Harus lebih cepat, semua clear sebelum lebaran. Wow…tapi syukurlah, kali ini sudah ada pembagian tugas. Walau sebenarnya aku tak tega melihat bapak dan ibu yang seperti orang tuaku sendiri. Tapi apa boleh buat. Jangan-jangan karena kesalahan emmm lebihtepatnya keterlambatanku bulan-bulan sebelumnya. Terang saja aku terlambat, setumpuk tugas aku kerjakan sendiri. ah itu hanya pembelaan ku saja. yang jelas aku yang tak pandai mengatur waktu dan membagi tugas dengan yang lain. Iya, aku salah. Maaf.

Baiklah, bulan ini akan lebih baik.

Sejak hari pertama di bulan Agustus, aku sudah sibuk menyusun semuanya, merancang kegiatan hingga susunan pertanggungjawabannya. Beres. Tinggal lempar pengerjaannya pada ‘tetangga’, dan transfer ilmu tentunya setelah ini. Dan hari ini, sejak pagi tadi…setelah melapor pada atasanku, segera aku membagi tugas berdasarkan draft yang telah aku susun. Tentunya atas perintah atasanku juga. Mana mungkin aku berani menyuruh ‘senior’ ku. Disini aku anak ingusan, walau kadang belagu. Astaghfirullah….

Selesai membagi tugas bersama, aku duduk kembali dan manteng komputer untuk mengerjakan SOP. SOP itu lho yang gurih-gurih segerrr….ouuwh itu soup ciiintaaahh. Ya Standar Operasional Prosedur, aku memang mengerjakannya dengan sungguh-sungguh dengan bekal ilmu yang ku miliki. Sudah mulai bekerja, dan susah berhenti. Itulah aku.
Sempat istirahat sejenak, nyangkut di ruang depan. Sedikit lama, karena keasyikan bercanda dengan rekan kerja dan atasan di ruang tersebut yang sangat humoris. Intermezo.
Lalu aku kembali ke ruanganku. Sampai tak terasa, jam dinding di depanku menunjukan pukul 15.00 WIB. Semua sudah pulang.

Ku lanjutkan lagi, sampai tak terasa pukul 17.00 WIB, astaga aku belum shalat, bergegas aku shalat dan segera membeli makan untuk berbuka. Ontel tuaku setia mengantarku ke sana kemari.
Hingga waktu tiba buka, aku masih sibuk ngeprint. Seteguk jus jambu melepas dahagaku. Segar rasanya.

Ku tunaikan shalat maghrib berjamaah dengan anak-anak. Lega rasanya, sebenarnya pekerjaanku telah selesai, tinggal menata saja.

Aroma Maghrib begitu wangi merebak di sela-sela otakku yang penat seharian. Seusai shalat dengan hati yang lebih tenang, ku panjatkan syukur pada Tuhan. Terimakasih Tuhan, Engkau memberi kemampuan dan hikmah belajar di hari yang cukup melelahkan ini. Tapi ketenangan begitu hangat menyelimuti kedinginan hatiku. Hari ini hari yang hangat.
Aku keluar dari Mushala dengan senyum mengembang dalam hati. Ku tatap langit timur, subhanallah….bulan purnama yang jingga begitu anggun. Sempurna sudah kehangatan hati ini.

Aku ingin berbagi di sini, dalam tulisan ini….ditemani salah satu ‘anak kami’, aku menulis.

Iklan

About tsemoet

Sering kali saya merasa...saya adalah segalanya, namun sering pula saya merasa kalau saya bukan apapun. Simple...tapi kadang terlalu rumit. Orang bilang saya 'aneh'. Padahal TIDAK. Saya hanya berbeda dengan selera orang pada umumnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s