Selamat siang agak pagi,…

Sedikit hal yang ingin aku ceritakan. Tadi pagi aku bangun kesiangan. Sehabis shalat subuh aku tertidur lagi *nggak bagus memang :’) Sedikit yang aku sesali dari ‘ketiduranku’ kali ini. Aku bermimpi. Seperti inilah mimpiku :

“Aku sedang duduk di sebuah bangku dengan teman sekantorku. Tiba-tiba ada pesan di Hp ku melalui sebuah online massage. Aku sudah tau pesan itu dari dia, satu-satunya orang yang paling intens berkomunikasi dengan ku via online massage. Betapa aku tidak terkaget, dalam pesan itu ia mengirim foto kekasihnya. ya FOTO KEKASIHNYA. Spontan aku tak dapat menahan emosi. Sedih, marah, jengkel tapi tidak bisa berbuat apapun. Aku bingung. Di sisi lain, saat itu aku memposisikan diri sebagai teman yang care dan suka sharing. Termasuk dalam hal ini. Setauku ia hanya ingin menujukan bahwa itulah kekasihnya. Tapi tak bisa dibohongi, hatiku hancur kala itu…ku lempar HP ku. Teman kantor yang duduk bersamaku mengingatkanku untuk lebih bersabar. Tapi tidak ku pedulikan. Aku terus membanting HP tiap kali aku melihat foto di pesan itu. Tapi aku penasaran, ku ambil lagi, ku balas dan ku tanyakan : “itu pacarmu yang lama atau yang sekarang?” dengan penuh penasaran aku menunggu. Tak juga ia kirim pesan balasan. Ku lempar lagi HP ku sampai ke seberang jalan, dan ternyata…ada orang yang berniat menngambilnya…aku mengejar dan merebutnya kembali. Teman kantorku hanya berkata, “kamu itu aneh-aneh saja, ya sudah” karena kaget dan takut….aku terbangun.

Hahahha, mimpi yang aneh bukan?.  Betul, Betul sekali. Memang, sudah sejak 9 bulan lalu aku tertarik dengan seseorang. Awalnya kami berteman baik, akan tetapi tak kuasa aku menahan perasaan tertarik ini padanya. Sampai akhirnya 3 bulan yang lalu ku beranikan menanyakan padanya. memang tak ada jawaban, akan tetapi aku sadar perasaan ini tak terbalas hal yang sama. Tapi….sampai detik ini saat aku bertemu dia kembali, saat aku telah bertekat dan memastikan semua akan baik-baik saja…ternyata perasaan ini belum berubah.
Aku belum tertarik pada orang lain.

Aku menyadari, aku sendiri yang belum bisa mengendalikan diriku. Konsep cinta yang logis belum benar-benar aku terapkan. Aku masih tak patah arang, berdoa pada Tuhan agar suatu saat aku dapat memilikinya. Bukan sekedar memohon bahkan menuntut agar Tuhan memberikanya untuku.

Ya Tuhan, Maafkan aku.

Kemarin, aku benar-benar diingatkan bahwa caraku salah. Toh Tuhan itu Maha Tau, apa yang terbaik untuk kita.

Maka, aku putuskan untuk mencoba lagi….mencoba untuk yang kesekian kali mengikhlaskan dia…dan tidak terus menerus mengharapkannya. Bersikap sewajarnya dan seperlunya. Belajar membuka hati untuk tertarik pada orang lain. Ya, ini memang usaha yang kesekian kalinya….walau belum pernah berhasil. Aku akan mencobanya….

Iklan

About tsemoet

Sering kali saya merasa...saya adalah segalanya, namun sering pula saya merasa kalau saya bukan apapun. Simple...tapi kadang terlalu rumit. Orang bilang saya 'aneh'. Padahal TIDAK. Saya hanya berbeda dengan selera orang pada umumnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s